PAPUA BARAT DAYA – Penguatan kapasitas dan tata kelola koperasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pendampingan Penguatan Perkoperasian KPB POSA, Distrik Klamono, Papua Barat Daya, yang dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tim Ekspedisi Patriot 2026 Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Kelompok 16 yang melibatkan Universitas Brawijaya.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Direktur Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group, H. Moh. Wahyudi, hadir sebagai narasumber. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya berbagi wawasan dan pengalaman mengenai pengelolaan serta penguatan perkoperasian kepada peserta kegiatan.
Forum pendampingan ini menjadi ruang untuk membangun pemahaman dan kapasitas perkoperasian, khususnya bagi KPB POSA di Distrik Klamono, Papua Barat Daya. Penguatan koperasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kelembagaan ekonomi masyarakat yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Bagi Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group, kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik perkoperasian dengan berbagai pihak.
Koperasi tidak hanya berbicara mengenai aktivitas ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kebersamaan dan mengoptimalkan potensi anggota untuk menciptakan kesejahteraan bersama.
“Koperasi dibangun dengan konsep gotong royong untuk kesejahteraan anggota.”
Melalui kegiatan pendampingan seperti ini, semangat membangun koperasi yang kuat, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat diharapkan dapat terus tumbuh di berbagai daerah Indonesia.