BOJONEGORO – Kiprah Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group dalam membangun kemandirian ekonomi dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat kembali mendapat perhatian media. Perjalanan Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group diulas secara khusus dalam edisi Rabiul Awal 1448 H/September 2026, dengan mengangkat kisah perkembangan lembaga dari awal berdiri hingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam pemberitaan tersebut, Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group digambarkan sebagai lembaga yang tumbuh dari semangat membangun kemandirian ekonomi umat. Berawal dari modal awal sebesar Rp67 juta dan tempat usaha berukuran 3 x 4 meter pada 2012, BMT NU Ngasem terus berkembang hingga mampu membangun berbagai unit usaha dan melayani masyarakat di sejumlah wilayah.
Pemberitaan tersebut juga menyoroti perjalanan Presiden Direktur Holding Koperasi, Mohammad Wahyudi, dalam mengembangkan lembaga. Visi untuk membangun kemandirian keuangan NU menjadi salah satu gagasan awal yang kemudian diwujudkan melalui koperasi berbasis prinsip syariah.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mudah. Pada masa awal, gagasan pengembangan koperasi sempat mendapat penolakan dan berbagai keraguan. Namun, dengan ketekunan dan komitmen yang kuat, BMT NU Ngasem akhirnya mampu menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Bahkan, target untuk menjadi koperasi berprestasi tingkat nasional yang semula ditargetkan dalam 10 tahun berhasil dicapai pada tahun kedelapan.
Kini, perkembangan BMT NU Ngasem Group tidak hanya terlihat dari pertumbuhan kelembagaan dan unit usaha, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat. Empat koperasi yang berada dalam ekosistemnya mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari jasa, restoran, penginapan, barbershop, kolam renang, rumah cantik, air mineral, arena bermain anak, percetakan, pusat kebugaran, kafe Muslimah hingga swalayan.
Semangat menghadirkan kemanfaatan juga diwujudkan melalui kontribusi kepada NU dan berbagai program sosial. Pada 2025, BMT NU Ngasem disebut memberikan kontribusi sebesar Rp1 miliar, sementara 20 persen keuntungan BMT dikomitmenkan untuk NU. Dana tersebut antara lain digunakan untuk mendukung berbagai program, termasuk layanan ambulans gratis serta program bedah rumah bagi guru ngaji dan perbaikan sanitasi masjid dan mushala.
Dari sisi perkembangan bisnis, pemberitaan tersebut mencatat bahwa dalam satu tahun terakhir BMT mampu menghimpun dana tabungan sebesar Rp400 miliar, meningkat Rp100 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penghimpunan ziswaf disebut mencapai Rp4,5 miliar.
Bagi keluarga besar Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group, pemberitaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa perjalanan panjang yang dibangun dengan amanah, kerja keras, inovasi, dan semangat memberikan kemanfaatan mulai mendapat perhatian yang semakin luas.
Publikasi tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat pelayanan kepada anggota, mengembangkan usaha berbasis syariah, serta memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.
Dari modal Rp67 juta dan ruang sederhana berukuran 3 x 4 meter, BMT NU Ngasem tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang berorientasi pada kemanfaatan umat.
Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa keterbatasan di awal bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi, selama ikhtiar, amanah, dan kebermanfaatan terus dijaga.